Kelabu

Destruction by Anya Siradze (via tumblr)
Salam untukmu dari sisi hitam!
Yang berpayah mengubah sungut jadi sebentuk senyum
Yang berkasih-kasih didakwa mesum
Tembolok masih juga melolong-lolong, kosong
Tak hirau diteriaki tolong, masih teriak dicolong
Jalanan ini pun kadung basah
Dideras air mata, disimbah darah
Mengapa pula kau tutup kelopakmu, bukankah gulita juga?
Mungkin sama gelap dengan yang bernoda jelaga
 


Salam untukmu dari sisi putih!
Yang berjubah panjang berjuntai-juntai
Yang ucapan sekata jelma berantai-rantai
Kehangatan itu masih harus pula dicerna
Jikalau dibaliknya masih bisa berubah makna
Kalbu ini pun terlanjur buncah
Batil betul bertubuh satu, tak dapat pisah
Mengapa pula kau beralih arah, bukankah tak tahu juga?
Mantap sudah kami bawa berita dari surga
 

Salam! Salam! Salam dari kami!
Yang bergidik pada keasingan
Yang mengacung-acungkan jari ditengah kebisingan
Masih dengan benak hampa, hati kaku terlupa
Abai perkara sama dapat beda, yang beda dapat serupa
Makhluk-makhluk tulang berdaging berlarian
Menyangka kami adalah pemegang kepastian



Hitam putih itu,
Dalam kelabu mereka menyatu


Xo-N


Batununggal, Bandung
22 Maret 2016


0 komentar:

Post a Comment