Undangan Dansa

via msmrmusic

Bukan lincah jemarimu di atas piano, karena yang mereka hasilkan hanyalah potongan nada sembrono.
Bukan pula uluran tanganmu yang meminta tanganku, karena tanda-tanda diantara kita semu. 

Melodi diantara kita sunyi.
Senandung diantara kita nyaris sepi.

Yang menjadi undangan dansa untukku,
adalah satu kerling matamu waktu itu.

Namun aku tetap duduk sendiri, terlalu pengecut untuk berdiri.
Atau saat itu seraup rasa terlampau muda untuk bersemi.

Padahal, ada banyak lagu menggema di udara.
Elegi sendu dan ritme ceria silih bertukar cerita.
Tapi kita tak juga berdansa.

Tak juga kita memperjelas,
sayup-sayup rasa yang mungkin berbalas. 

Namun lirikkan matamu tetap mampir diam-diam,
dan lengkung senyummu merekah saat lirikkan tertangkap tangan.
Lalu gelenyar menyenangkan merambat pada relung hatiku yang terdalam,
dan lengkung senyumku mengembang tanpa ketahuan. 

Dan bahkan saat itu, aku dan kamu tidak juga mulai berdansa.
Kamu terlalu malu, aku pura-pura tidak tahu.
Aku cuma menunggu, kamu mulai ragu-ragu. 

Tapi lagu ini nyaris tiba pada penghujung, Sayang.
Sampai kapan kita akan berdiri berseberang-seberang?
Menahan rasa yang bertalu-talu
Membiarkan tanda-tanda menggantung semu. 

Masihkah ada suatu ketika untuk kita berdansa?
Masih bisakah kita menarikan kisah yang sama?
Atau rasamu terlanjur mati karena jawabku terlalu lama.
Apa kini undangan dansa menjadi sia-sia? 

Adakah satu lagi irama
Adakah satu lagi purnama
Yang dapat kita tarikan bersama?


Xo-N

Extra Sensory Perception, Ciumbuleuit - Bandung
August 20th, 2015

0 komentar:

Post a Comment