Jangan Bersedih



Guest Writer: Indiena Saraswati


/Di Atas, Hari Perjanjian/

"Jangan bersedih." PesanNya sebelum kamu mengangguk menguatkan hati, bahwa hidup akan dianugerahkan padamu dan akan banyak hal yang terjadi padamu. Lalu Dia meniupkan roh ke dalam tubuhmu dan kamu menjadi.


/Masa Kenabian/

"Jangan bersedih." Dia sampaikan pada wakilmu untuk disebarkan dan dilafalkan dan dihapalkan dan diingat dalam hatimu. Lalu pesan itu dituliskan dalam kitab, ditempatkan berulang-ulang pada halaman yang berbeda, cerita yang berbeda, dan situasi yang berbeda.


/Harimu Menjadi/

"Jangan bersedih." Lalu kamu menjadi. Kamu beranjak besar, menjadi dewasa, dan kamu mulai bersedih. Kamu terus tersesat, melewati berbagai jalan setapak, mencari-cari segala solusi agar kamu tidak bersedih lagi. Padahal, Dia telah menghiburmu, Dia telah menjagamu, dan Dia telah memberimu cahaya. Tetapi apa boleh buat karena kamu sudah dewasa, sudah lupa untuk mendengar, melihat, dan merasakan, bahwa seharusnya kamu Jangan Bersedih.


/Terus Ke Dalam/

"Jangan bersedih, Manusia." PesanNya tertulis di kitab, di hatimu, di sekelilingmu. Tetapi kamu terus masuk ke dalam hutan, melupakan setapak terang benderang.


/Yang Bergema Selamanya/

Dan yang tertulis, yang terperintahkan, yang disampaikan, karena Dia sayang: "Jangan bersedih." Tetapi di dalam hutan, telingamu disumbat kegelapan dan hatimu diliputi setan.


/Yang Maha Mengerti/

Selalu mengerti. Jadi, "Jangan Bersedih" tidak pernah Dia tarik kembali, sampai suatu saat kamu menemukan jalan, keluar dari hutan, dan kembali ke setapak terang benderang.







Sepenggal kisah yang terlupa untuk yang bersedih.
Selalu ada pintu untuk kembali
.





INDIENA SARASWATI

Dina (b. 10 June 1993) is an Indonesian writer. She is currently studying Psychology in Padjadjaran University in purpose to be happy and to make people happy. She held a personal project called #HappinessProject which is a project to teach herself and other people to love themselves. The world could be scary and miserable, but through her writings, you can once again believe in peaceful, meaningful, and happy life.

Visit Dina and Learn More about #HappinessProject : Blog |Instagram | Twitter | Tumblr

0 komentar:

Post a Comment