Coaching Cerpen KaWanku 2011 - 3 Days Writing Camp

Never thought that I'll get this chance. Saya nggak pernah mimpi cerpen saya yang sebenernya hasil curcol itu bakal terpilih jadi salah satu dari 10 besar, padahal yang ngirim ada ratusan. It feels awesome really! Saya merasa jadi cewek paling beruntung di dunia (hahaha nggak gitu juga sih lebay ah). Saya merasa bersyukur banget masih dikasih kesempatan sama Allah buat menambah skill menulis saya. And thanks to my family and friends of course! They're the best supporter EVER!!

DAY 1

Hari pertama, oke banget. Di awal acara, teman-teman baru sesama calon penulis-hebat-masa-depan (pede banget hehe) udah langsung seru ngobrol. Karena kesukaan kita sama mungkin, jadi lebih gampang nge-blend. Acara pun dibuka dengan pembukaan kuis-kuis gitu dilanjutkan dengan sesi pertama, dibawakan oleh Editor in chief KaWanku, Trinzi Mulamawitri. Kak Trinzi ngajarin kita tentang gimana caranya bikin cerpen komersil agar bisa dimuat di majalah.Dari sesi ini juga kita jadi tahu, berapa banyak cerpen yang masuk ke KaWanku (atau majalah-majalah lain) tiap bulannya, dan berapa yang berapa yang bisa dimuat. Di sesi pertama ini saya sudah dapat 2 bingkisan lhooo... (pamer :P)




Setelah makan siang, berlanjut sesi kedua, kali ini pembicaranya adalah Ahmad Fuadi, penulis Trilogi best seller Negeri 5 Menara. Beliau mengajari tentang karakter. Bagaimana cara membuat karakter lebih kuat dan terasa "real". Kalo dulu, saya nulis cerita ya tulis aja. Padahal agar karakter jadi kuat itu kita harus mengenal dan mencintai karakter tersebut. Jadi caranya adalah dengan bikin biografi mini si karakter dan bayangkan mereka itu nyata. Tulis semua tentang si karakter dari mulai tanggal lahir sampai dengan warna kesukaan (walaupun nantinya nggak masuk cerita juga). Jadi, pembaca lebih dapet "feel"nya saat membaca cerita kita.



Nxylo


Acara dilanjutkan dengan pemotretan singkat untuk majalah KaWanku yang akan memuat profil masing-masing peserta (beli lho yaaa.. ada guenya :P). Lalu dilanjutkan dengan membahas cerpen yang kita kirim untuk ikutan acara CCW ini dengan mentor masing-masing (kita dibagi jadi dua kelompok berisikan 5 orang. Satu mentor tiap kelompok) Dari sini kita jadi tahu dimana kekurangan-kekurangan cerpen yang kita tulis. Dari mentor yang tidak lain adalah editor KaWanku, kita mendapat saran-saran berharga. Mulai dari penokohan, alur, konflik, sudut pandang, diksi, bahkan cara agar cerpen kita lebih menarik dibaca.

Malamnya, kami mengerjakan tugas dari Ahmad Fuadi, yaitu membuat biografi tokoh kita. Dan jelas, setelah itu mentoring dilakukan untuk menyempurnakan tokoh yang kami buat.

DAY 2

Diawali dengan materi dari Esti Kinasih, pengarang novel-novel Teenlit ternama seperti Still, CEWEK!!!, Jingga Dalam Elegi, dan yang paling terkenal, Fairish. (Jujur, senang banget bisa ketemu Mbak Esti secara langsung. I read her novels and I love them 'cause it's not like any other teenlit. OH AND I EVEN GOT HER AUTOGRAPH!). Dari Mbak Esti, kita dapat banyak masukkan tentang mempermudah membuat cerita, seperti memulai dengan kerangka terlebih dulu. Bagaimana cara mendapat inspirasi (nonton, baca, dan jalan-jalan yang banyakk! :D). Serunya lagi, karena Mbak Esti adalah penulis autodidak, jadi rasanya gue banget karena kebanyakkan dari kita pun nggak belajar jurnal atau apa.Kita jadi tahu perjuangan seorang penulis buat jadi seperti Mbak Esti sekarang. Setelah itu kita diberi tugas untuk mebuat sebuah kerangka karangan dari karakter yang kita buat kemarin




Selesai makan siang, giliran editor dari Gagas Media & Bukune, Windy Ariestanty yang memberi materi untuk kita (She's seriously awesome and personally, my favorite from all!) Mbak Windy membekali kita bagaimana cara mempromosikan diri kita sendiri sebagai penulis. Jangan biarkan orang lain melabeli kita. Kita-lah yang harus punya brand sendiri. Dengan cara begitu, kita akan terlihat unik dan berbeda, membedakan kita dari penulis lain dan membuat orang lain mengenal siapa kita.

Selanjutnya adalah materi dari Valiant Budi Yogi, penulis Negeri 1001 Mimpi, Joker, dan Bintang Bunting. Kak Vabyo mengajari kita gimana caranya memanfaatkan social media sebagai tempat promosi. Bahkan membuat cerita dari tweets kita. Intinya adalah berpikir kreatif dan tidak biasa. Di penghujung sesi, kami mendapat tugas untuk menulis cerpen dari salah satu tweets yang kita buat selama sesi tersebut.

Malam harinya, seperti biasa, adalah sesi mentoring. Kita membahas Tugas dari Mbak Esti Kinasih.




DAY 3

Sabtu pagi diawali dengan mentoring tugas dari Kak Vabyo.

Pembicara selanjutnya adalah editor dari Gramedia Pustaka Utama, Hetih Rusli yang memberitahu "rahasia" bagaimana membuat naskah kita diterima oleh penerbit. kita harus sangat memperhatikan bab-bab awal sebuah novel dan juga akhir dan tengahnya agar tidak membosankan. Tidak hanya isi yang, kita juga harus memperhatikan penampilan agar "eye-catching" diantara lautan naskah-naskah lain di kantor penerbit. Kita juga jadi tahu bagaimana proses sebuah naskah masuk hingga akhirnya diterbitkan. Juga diumumkan 3 peserta terbaik! Selamat teman-temaaan!! :)




Selesai sesi terakhir dari GPU, kemudiaaaan.... DUFAN!!! Kita bersenang-senang naik berbagai wahana di sana :D (meskipun saya banyak yang nggak ikut sih. Saya selalu nggak bisa menikmati wahana-wahana yang memacu adrenalin. Please dong, Hysteria itu kayaknya sampe Olympus deh -_-) Tapi yang pasti itu seru banget dan para peserta jadi lebih dekat deh :D




Dan akhirnya, I'm soooo gonna miss all my new friends here. Terimakasih juga buat KaWanku yang ngadain event ini. Saya jadi makin "matang" sebagai penulis dan lebih siap untuk menenggelamkan diri dalam dunia tulis-menulis. Semoga suatu hari kalian semua bisa lihat buku saya di toko buku (tapi jangan diliat doang ya, harus dibeli dong :D) Oh satu lagi! terimakasih buat para sponsor udah ngasih banyak buku keren, bikin kita harus beli rak buku satu lagi nih.. hihihi :D



Picture_050


Thanks for the experience! Like I said, gonna miss you all so much :)




0 komentar:

Post a Comment